Filosofi dari "Rumah Kita Yang Sebenarnya" pada Serial Gundam (Iron Blooded Orphans)

 

"Rumah Kita Yang Sebenarnya" (Iron Blooded Orphans)

"Rumah Kita yang Sebenarnya" dalam Gundam Iron-Blooded Orphans bukanlah sebuah tempat fisik, melainkan ikatan emosional dan rasa memiliki satu sama lain.

Begitulah makna yang saya dapatkan dari sebuah frasa yang saya ambil dari serial Mobile Suit Gundam : Iron Blooded Orphans dimana serial ini menceritakan tentang sekelompok anak-anak buangan yang berusaha membangun rumah dan menemukan bahwa rumah yang paling mereka cintai justru adalah hal yang sama yang membawa mereka pada sebuah kehancuran. Makna ini saya tulis untuk mengetahui filosofi rumah yang lahir dari sejarah kelam sebagai "Human Debris" dan mengungkap paradoks tragis dari frasa yang begitu kuat dalam serial ini : "Rumah Kita yang Sebenarnya"

 Rumah Bukanlah Tempat melainkan Keluarga Pilihan 

Dalam dunia IBO, rumah bukanlah gedung atau tanah melainkan sebuah ikatan, arti dari "Rumah" adalah penolakan terhadap nasib dan penciptaan ikatan atas dasar kesetaraan dan kepecayaan.

Para anggota Tekkadan pada awalnya adalah Human Debris yaitu istilah kejam untuk "puing manusia". Mereka adalah anak-anak yatim piatu yang diperlakukan sebagai budak, senjata perang, bahkan lebih rendah dari sampah luar angkasa. identitas mereka ditandai dengan garis merah pada pakaian, dan mereka memilki keyakinan bahwa mereka ditakdirkan mati di angkasa.

Ketika Orga Itsuka dan Mikazuki Augus memimpin kudeta terhadap CGS, mereka secara fundamental mengubah struktur kekuasaan. Orga secara resmi mengembalikan kontrak perbudakan para Human Debris, menawarkan mereka kebebasan untuk hidup. Ketika mereka memilih untuk tetap tinggal, Orga Tidak memperlakukan mereka sebagai bawahan atau senjata melainkan sebagai rekan setara yang mendapat upah yang sama. dan mimpi yang sama. inilah fondasi rumah mereka : sebuah kelompok dimana setiap orang memilki nilai, bukan sebagai senjata, tetapi sebagai manusia.

Bagi Tekkadan Rumah adalah kehadiran satu sama lain. ini terlihat jelas dalam kesetiaan mutal mereka, seperti keyakinan Mika bahwa selama Orga ada disana untuk memberi perintah, itulah "Rumah" , sebuah keluarga pilihan yang lahir dari penderitaan yang sama.

Dari Penderitaan Menjadi Harga Diri


Sejarah "rumah" ini tidak bisa dipisahkan dari latar belakang mereka yang kelam.

Sebagian besar anak-anak Tekkadan, seperti Akihiro Atland, di rekrut secara paksa oleh organisasi militer swasta seperti CGS atau kelompok bajak laut Brewers. mereka dipaksa menjalani operasi berbahaya bernama Alaya-Vijnana System sebuah interface saraf berbahaya yang memungkinkan mereka untuk bisa mengendalikan mobile suit, prosedur dengan tingkat kematian yang tinggi yang menyebabkan banyak anak-anak mati dimeja operasi.

Ketika Tekkadan berdiri hal tersebut menjadi sebuah titik balik, dibawah kepemimpinan Orga, garis merah identitas sebagai "sampah" secara perlahan mulai luntur. mereka tidak lagi memakai pakaian dengan garis merah itu sebagai bentuk kebanggan baru. sejarah mereka sebagai budak tidak dihapus, tetapi diubah menjadi sumber kekuatan dan solidaritas. mereka tahu persis bagaimana rasanya tidak memilki apa-apa, sehingga apa yang mereka bangun bersama menjadi sangat berharga.  

Rumah yang menjadi sebuah "Kuburan"

Paradoks paling menyedihkan dari "rumah" ini adalah bahwa keinginan untuk melindungi itulah yang pada akhirnya menghancurkannya. Serial ini secara konsisten menunjukkan bahwa untuk menjaga rumah mereka tetap aman di mars, Tekkadan harus terus maju dan terlibat dalam konflik politik yang lebih besar di Bumi.

Tekkadan menginginkan satu hal sederhana : hidup di Mars, tanpa harus bertarung lagi, tapi untuk mencapai mimpi itu, mereka harus terus maju dan terus maju 

 Orga berkata :"Aku akan membawa kalian ke tempat dimana kita tidak perlu bertarung lagi"

Janji Orga untuk membawa mereka ke tempat dimana mereka tidak perlu lagi bertarung justru mengharuskan mereka untuk bertarung lebih keras, lebih kotor, dan melawan musuh yang lebih kuat. setipa kemenangan membawa mereka selangkah lebih dekat menuju impian mereka, tetapi juga selangkah lebih dekat munuju jurang kehancuran.

Pada akhirnya, untuk mewujudkan mimpi tentang "rumah yang sebenarnya", mereka malah kehilangan bentuk dari rumah itu, Tekkadan hancur dan banyak dari anggota mereka mati diemdan perang termasuk pemimpin mereka Orga Itsuka dan Mikazuki Augus. ini menciptakan ironi pahit bahwa rumah yang paling mereka cintai adalah hal yang sama yang membawa mereka pada kematian.

Para penyintas, seperti Kudelia dan Atra, akhirnya mewujudkan mimpi tersebut dengan membesarkan anak Mika disebuah peternakan di Mars sebagai sebuah epilog yang mengharukan, membuktikan bahwa meskipun organisasi hancur, esensi dari "rumah" itu tetap hidup. Rumah itu tidak lagi berbentuk organisasi militer tetapi kini berbentuk kehangatan.

Penutup 
Gundam Iron_Blooded Orphans mengajarkan kita bahwa rumah bisa lahir dari penderitaan. bahwa ikatan bisa lebih kuat dari darah. dan bahwa terkadang, mecintai rumahmu terlalu dalam bisa menjadi kutukan sekaligus anugerah.

"Jangan pernah lupa. Selama kita masih bersama, itu sudah cukup"                          - Orga Itsuka 

Sekian Terima Kasih.